Seni Lukis Mural dan Sejarah perkembangannya

MuralMedan.com, Seni Lukis Mural dan Sejarah perkembangannya – Saat ini Mural menjadi seni yang digandrungi untuk menghias beberapa tempat. Dengan adanya seni mural, kreasi seni menghias dinding menjadi semakin bervariasi. Tidak perlu diragukan lagi betapa menariknya seni menghias dinding satu ini.

Bak pelita di malam gelap, mural menjadi penghias yang sangat menyejukkan mata. Menjadi sesuatu yang menarik perhatian ketika melihat mural menghias berbagai sudut kota. Apalagi mural ini dilakukan oleh orang-orang yang profesional, tentu menjadi sangat indah bukan?.

Lalu, apa sebenarnya makna mural itu sendiri? bagaimana sejarah dan perkembangannya? dan apa perbedaan antara mural dengan graffiti? Mari simak penjelasannya berikut ini.

 

Pengertian Mural

Kata Mural disadur dari bahasa latin “Murus” yang berarti dinding. Sedangkan, dalam arti yang luas mural adalah melukis atau menggambar dengan menggunakan media dinding, tembok atau media luas lainnya yang bersifat permanen.

Dari sini dapat disimpulkan, lukisan atau gambar apapun yang dibuat pada media permanen seperti lantai, meja, langit-langit atau media permanen lainnya dapat dikategorikan dalam seni lukis mural.

 

Sejarah Mural

Berdasarkan informasi yang berkembang, seni lukis mural ini telah ada sejak jaman dahulu kala. Bahkan, jika dilihat dari bukti-bukti yang ditemukan, seni lukis mural telah ada sejak 31.500 tahun yang lalu, tepatnya pada masa prasejarah.

Pada masa itu terdapat lukisan yang menggambarkan sebuah gua di Lascaux yaitu daerah Selatan Prancis. Pada masa itu tentu saja belum ada cat air yang kita temukan seperti saat ini, maka bahan yang digunakan adalah sari-sari buah yang dijadikan alat melukis.

Dan Prancis adalah negara yang paling banyak ditemukannya peninggalan-peninggalan seni lukis mural masa prasejarah.

Mural yang paling terkenal dan menjadi inspirasi adalah mural karya dari Pablo Picasso yang dinamakan Guernica atau Guernica y Luno. Mural ini dibuat pada saat terjadinya peristiwa perang sipil di Spanyol.

Tujuan dibuatnya mural ini yaitu demi memperingati peristiwa pengeboman oleh tentara Jerman yang terjadi disebuah desa kecil.

Perkembangan Seni Mural

Seperti cabang seni lainnya, seni lukis mural tentu juga mengalami perkembangan dalam berbagai aspek. Jika dahulu seni ini hanya sebagai bentuk ungkapan, mengkritisi masalah sosial dan hanya sebagai seni yang dilakukan sebagai ungkapan perasaan yang dirasakan, kini mural menjadi “Bisnis Seni Lukis Yang Menjanjikan”.

Bukanlah hal yang mengherankan jika saat ini, cafe, restoran, hotel, kantor, apartemen, hingga rumah menjadikan seni lukis mural sebagai Point Of View dari sebuah ruangan.

Perbedaan Seni Mural Dengan Seni Graffiti

Banyak diantara kita yang masih bingung apa perbedaan mural dan graffiti. Jika dilihat secara media, biasanya mural dan graffiti memang sering dibuat di atas media dinding.

Khususnya di jalanan, mungkin banyak diantara kalian yang melihat lukisan dinding dengan berbagai macam karakter atau pun bentuk tulisan lainnya.

Lalu, apa perbedaan dari mural dan graffiti?

Sebelum kita membandingkan mural dan graffiti, akan lebih baik jika kita sama-sama mengetahui apa arti atau pengertian daripada Graffiti.

Grafiti (juga dieja graffity atau graffiti) adalah coretan-coretan pada dinding yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk, dan volume untuk menuliskan kata, simbol, atau kalimat tertentu.

Alat yang digunakan pada masa kini biasanya cat semprot kaleng. Sebelum cat semprot tersedia, grafiti umumnya dibuat dengan sapuan cat menggunakan kuas atau kapur.

Jadi, perbedaan mural dengan graffiti yaitu jika mural gambar yang dibuat lebih bebas dan luas, sedangkan untuk graffiti berupa tulisan atau kata-kata. Dan biasanya untuk jaman sekarang graffiti lebih sering dibuat dengan menggunakan cat semprot.

 

Memiliki sejarah dan perkembangan yang menarik bukan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *